asal mula kartu remi

Asal Mula Kartu Remi Kartu Permainan

Salah satu alat hiburan permainan pada zamannya kerajaan dahulu adalah sebuah set kartu remi. Kartu yang sudah dikenal dan dimainkan sejak zaman dahulu ini pun masih saja tetap terkenal hingga sekarang. Banyak orang memainkan kartu remi dalam sajian permainan seperi poker, bridge, blackjack dan lainnya sebagai hiburan, menghilangkan stress maupun menghasilkan keuntungan dengan taruhan uang asli. Meski sering dimainkan, namun ternyata belum banyak yang tahu sejarah asal muasalnya. Dalam pembahasan kali ini pun admin akan menjelaskan sekilas mengenai asal dari kartu remi ini.

Fakta Jumlah Kartu Remi

Sebenarnya, kartu yang kita pakai sekarang ini yaitu kartu remi INGGRIS. Karena itu, kita menyebutkan nama-nama dalam kartu kita seperi JACK (J), QUEEN (Q), KING (K), dan ACE (A). Di tiap satu set kartu remi, ada sekitar 52 kartu yang terdiri dari 13 kartu waru (Spades), 13 kartu keriting (Clubs), 13 kartu hati (Hearts), dan 13 kartu wajik (Diamond), itu belum ditambah beberapa kartu joker di dalamnya.
Selain jenis kartu INGGRIS, masih ada lagi jenis-jenis kartu remi yang lain dari negara lain, seperti PERSIA, EROPA, CINA, MESIR, dll. Perbedaan kartu-kartu tersebut ada banyak, mulai dari jumlah kartu tiap set-nya, Wujudnya, siimbolnya, gambar-gambarnya, dll.

Di bawah ini ada beberapa fakta seputar jumlahnya kartu remi :
1. Dalam satu set kartu remi INGGRIS, terdapat 52 kartu yang melambangkan jumlah sebanyak pekan dalam satu tahun.
2. Rumus 5 + 2 = 7,7 yang diartikan sebagai jumlah hari dalam satu minggu.
3. Satu th di benua Eropa memiliki 4 Masa, dalam kartu remi dilambangkan dalam :

  • WARU (SPADES) = PERIODE MASA DINGIN
  • HATI (HEARTS) = MASA GUGUR
  • WAJIK (DIAMONDS) = MASA SEMI
  • KERITING (CLUBS) = MASA PANAS

4. Dalam satu lambang, terdapat 13 kartu remi,yang dilambangkan sebagai jumlah pekan dalam satu masa di benua Eropa.
5. Warna merah : Siang
Warna hitam : Malam
6. Angka-angka tiap kartu remi,bila dijumlahkan seluruhnya membuahkan angka 364, yang diartikan sebagai jumlah hari dalam satu tahun.
As (1) + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + J (11) + Q (12) + K (13) = 91
91 x 4 (suit) = 364 jumlah hari dalam setahun.

Asal Mula Kartu Remi Muncul

Kartu remi, atau dalam bahasa Inggris dinamakan playing cards, bisa dilacak sejarahnya sampai ke Cina abad ketujuh dan bisa dijamin bahwa kartu permainan ini dikenal luas di Cina pada abad kesebelas. Peristiwa kartu ini sedemikian kompleks dan saat ini sudah sulit buat diverifikasi gara-gara sempat ada musim waktu yang singkat di mana kartu ini menghilang dari dunia yang akibatnya sulit melacak contoh historisnya. Kartu remi juga sangat Berbagai, sebab tiap-tiap negara memiliki suit atau jenis kartu dan jumlah yang Berlainan. Hal yang kadang membuat frustrasi para pengelana.

Asal mula kartu remi diyakini dari Cina dan selanjutnya tersebar ke luar negara itu, pertama-tama ke India lantas ke Timur Tengah. Pada saat kartu remi tersebar ke seantero Asia, suit dan jumlah kartunya bermutasi, dengan jumlah kartu berkisar dari 36 hingga 72 lembar, dan terdiri dari tiga, empat, lima suit, bahkan lebih. Pada akhir abad ke-14, kartu remi telah masuk ke Eropa, dan jadi sangat terkenal di benua tersebut.

Kartu-kartu remi pada awalnya dibuat dengan tangan yang akibatnya harganya benar benar mahal serta ukurannya pun lebih besar di bandingkan ukuran kartu yang ada saat ini. Hanya kaum elit yang bisa memainkannya maka beberapa warga mengaitkan kartu remi dengan kaum kelas atas. Terkecuali dipakai untuk permainan, ada histori di mana kartu-kartu ini juga dimanfaatkan buat cartomancy merupakan sejenis ramalan yang memanfaatkan kartu. Kartu Tarot yang populer digunakan dalam cartomancy sebenarnya juga dimanfaatkan sebagai kartu permainan di banyak tempat di Eropa.

Aturan yang umum Digunakan, kartu remi bisa dibagi jadi kartu-kartu biji (pip) dan kartu raja (court) pada saat kartu ini masuk ke benua Eropa, di mana kartu raja menggambarkan kaum bangsawan dan kartu biji ditandai oleh bermacam jumlah obyek yang mewakili suit-nya.

Seiring perkembangan teknologi cetak kayu dan selanjutnya cetak logam, kartu remi jadi terjangkau bagi warga umum dan jumlahnya variasi rancangan kartu permainan ini pun muncul. Sebahagian besar penutur bahasa Inggris familiar dengan system yang dinamakan system “Prancis” yang berisikan 52 kartu yang dibagi jadi hearts, diamonds, clubs, dan spades, yang terdiri dari 10 kartu biji dan tiga kartu raja di tiap-tiap suit-nya. Pada th 1800-an, Beberapa orang Amerika menyambung joker, sementara itu gagasan “kartu as tinggi” muncul di masa revolusi Perancis.

Kita juga bisa menemukan kartu remi yang disusun jadi suit Latin: chalices, swords, money, dan baton digunakan untuk menggambarkan empat suit-nya di wilayah-wilayah seperti Spanyol dan Italia. Sementara itu Jerman dan beberapa bagian Eropa Timur tampaknya lebih pilih suit ala Jerman yaitu hearts, acorns, bells, dan leaves. Kartu permainan di Asia malah lebih kompleks, contohnya hanafuda Jepang atau ‘kartu bunga” dan di India yang suit-nya menggambarkan elemen-elemen yang beasosiasi dengan beragam dewa.